Senin, 09 Januari 2012

Sifat-sifat Allah SWT


Sifat-sifat Allah SWT
Allah SWT memiliki 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil serta satu sifat jaiz (wewenang). Dua puluh sifat wajib dan dua puluh sifat mustahil tersebut, adalah:
1. Allah itu Wujud (ada), mustahil ‘Adam (tiada). “Allah lah yang menciptakan Iangit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (QS. As Sajdah: 4).
2. Allah itu Qidam (paling awal), mustahil Huduts (ada yang mendahului). “Dialah yang Awal dan Yang Akhir. Yang Zhahir (Yang nyata adanya karena banyak buktinya) dan yang Batin (yang tak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal).” (QS. Al Hadid: 3).
3. Allah itu Baqo (kekal/abadi/tidak pernah berakhir), mustahil Fana (berakhir). “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 27).
4. Allah itu Mukholafatu lil hawaditsi (berbeda dengan semua mahluk/segala sesuatu), mustahil Mumatsalatu lil hawaditsi (ada yang menyamai). Ditegaskan dalam Al Qur’an, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy Syuro: 11).
5. Allah itu Qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri), mustahil Ihtiyaju lighoirihi (membutuhkan yang lain). “sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al Ankabut: 6).
6. Allah itu Wahdaniyat (Esa/Tunggal), mustahil Ta’adud (terbilang). “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS.Al Ikhlas: 1).
7. Allah itu Qudrat (Kuasa), mustahil ‘Ajzun (lemah). “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).
8. Allah itu Irodat (berkehendak), mustahil Karohah (terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).
9. Allah itu Ilmu (maha mengetahui), mustahil ]ahlun (bodoh). “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An Nisa’: 176).
10. Allah itu Hayat (hidup), mustahil Mautun (mati).
11. Allah itu Sama’ (Maha mendengar), mustahil Shomamun (tuli). “Dan Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 256).
12. Allah itu Bashor (Maha Melihat), mustahil ‘Ama (buta). “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hujurat: 18).
13. Allah itu Kalam (berfirman), mustahil Bakamun (bisu). “Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa: 164).
14. Allah itu Qodiron (Dzat Yang Maha Berkuasa), mustahil Kaunuhu ‘ajiyan (Dzat yang lemah). “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).
15. Allah itu Muridan (Dzat Yang Maha Berkehendak), mustahil Kaunuhu kariban (Dzat yang terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. l1/Hud: 107).
16. Allah itu Aliman (Dzat Yang Maha Mengetahui), mustahil Kaunuhu jahilan (Dzat yang bodoh). “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.” (QS. 4/An Nisa’: 176).
17. Allah itu Hayyan (Dzat Yang Hidup), mustahil Mayyitan (Dzat yang mati). “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati.” (QS. Al Furqon: 58).
18. Allah itu Sami’an (Dzat Yang Maha Mendengar), mustahil Kaunuhu ashomma (Dzat yang tuli). “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” [QS. Al Baqoroh: 256).
19. Allah itu Bashiron (Dzat Yang Maha Melihat), mustahil Kaunuhu 'ama (Dzat Yang buta). "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat: 18).
20. Allah itu Mutakalliman (Dzat yang berfirman), mustahil Kaunuhu abkama (Dzat yang bisu). "Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung." [QS. An Nisa': 164).
Sifat ]aiz (wewenang) Allah SWT adalah tarku likuli mumkinin au fi’luhu. (Allah SWT berwewenang menciptakan sesuatu atau tidak).
Sifat-sifat Allah SWT. tersebut diatas, dikelompokkan empat, yaitu:
1. Sifat Nafsiah (kedirian), yakni sifat yang pertama.
2. Siaft Salbiyah, yaitu sifat-sifat yang membedakan Allah SWT dengan Dzat-dzat lain, seperti sifat nomor 2,3,4 dan 6.
3. Sifat Ma’ani, yakni sifat-sifat abstrak seperti sifat nomor : 7,8,9,10,11,12 dan 13.
4. Sifat Ma’nawiyah, yakni sifat-sifat berikutnya atau sifat-sifat yang tergantung pada ma’ ani

AGAR DOA DIDENGAR DAN DIKABULKAN OLEH ALLAH SWT


AGAR DOA DIDENGAR DAN DIKABULKAN OLEH ALLAH SWT
Saudara-saudaraku yang kucintai karna allah swt ketahuilah bahwasannya allah itu memerintahkan kepada hambanya agar hambanya meminta atau berdoa apa saja yang diinginkannya kepada rabb-nya oleh karna itu kita selaku hamba yang baik berdoa dan memintalah apa saja yang kita inginkan,karna insyaallah setiap doa-doa yang kita pinta pasti akan diijabah oleh allah swt, namun ketika kita berdoa juga memiliki syarat agar doa kita itu didengar dan dikabulkan allah swt, berikut ini dijelaskan oleh imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin mengenai tata cara dalam berdoa atau adab dalam berdoa:
  1. Dilakukan pada waktu yang mulia,
Seperti pada hari arafah, hari jum’at, bulan ramadhan, sepertiga malam, dan lainnya karna ketika kita berdoa pada waktu yang disebutkan diatas insyaallah pasti akan didengarkan allah karna pada waktu sepertiga malam atau waktu lainnya, diwaktu sepertiga malam dimana manusia lelap tidur sementara kita masih bisa meluangkan waktu kepada allah dengan memuji namanya dan kebesarannya
  1. Dilakukan dalam keadaan yang khidmat
Seperti pada waktu sujud, sebelum dan setelah sholat wajib, karna pada waktu itu adalah perpisahan terakhir antara dialog hambanya dengan allah swt.
  1. Menghadap kiblat
  2. Ketika berdoa, hendaklah dimulai dengan memuji allah swt, kemudian diiringi dengan sholawat nabi Muhammad saw, dan diakhiri dengan keduanya dengan tujuan agar mempermudah proses diterimanya doa oleh allah swt.
  3. Hendaklah membaca syahadat dan memohon ampun kepada allah swt atas segala dosa yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja
  4. Sebaiknya ketika kita berdoa dengan merendahkan diri penuh harap dan menggunakan bahasa yang sederhana serta suara yang lemah lembut sebagaimana disebut didalam Qs Al-A’raf ayat 55
  5. Bersabar dalam berdoa,yang tidak bosan , dan tidak putus asa
  6. Jika seseorang berdoa untuk orang lain, hendaknya dia berdoa untuk dirinya sendiri terlebih dahulu baru kemudian mendoakan orang lain.
  7. Berdoa dengan bertawassul menggunakan nama-nama allah swt yang mulia dan sifat-sifatnya yang maha tinggi atau dengan amal yang sholeh.
  8. Hendaknya ketika dalam berdoa dalam keadaan yang suci, memakai pakaian yang bersih, serta mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan toiyyib, sebagaimana sabda Rasullullah Saw, “ tidak akan masuk surga setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram.” ( HR. Ahmad dan Darimi dari jabir bin Abdullah).
Selain mengetahui adab dalam berdoa diatas perlu kita ketahui juga, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar doa kita diijabah oleh allah swt, antara lain:
  1. Berdoa dengan penuh keyakinan
Seseorang itu harus yakin ketika berdoa allah pasti mendengarkannya yakni bahwa allah akan mengabulkan doanya, kalau seandainya belum terkabul juga ia harus tetap yakin pada suatu saat nanti pasti allah akan dikabulkan dan allah akan memberikan yang terbaik mungkin buat hambanya
  1. Berdoa dengan penuh keikhlasan
Masih ingatkah anda kisah nabi yunus yang diabadikan dalam surah Al-Anbiya ayat 87-88. Nabi yunus dengan penuh keikhlasan memohon dan mengharap pertolongan allah ketika nabi yunus berada didalam perut ikan, berkat keikhlasan nabi yunus akhirnya allah mengabulkan doa dan menyelamatkan setelah sekian lama didalam perut ikan
  1. Berdoa hanya kepada allah
Sebagai hamba yang baik segala sesuatu yang kita lakukan harus dapat bernilai yang positif agar menghasilkan hasil yang baik juga, begitu juga halnya allah sebagai hamba yang patuh dan taat kepadanya hanya dialah yang pantas kita sembah dan tempat mengadu segala kesulitan dan musibah didalam ke hidupan kita, karna dia adalah dzat yang maha mendengar dan maha berkuasa dan tiada daya serta upaya melainkan atas kehendaknya.
  1. Husnu dzan ( berprasangka baik kepada allah swt)
  2. Memperbanyak amal sholeh
Salah sartu penyebab terangkatnya dan diterima doa adalah dengan amal sholeh, doa merupakan perkataan yang baik, perkataan yang baik akan diangkat kehadapan allah, untuk mengangkatnya diperlukan amal sholeh, salah satu bentuk amal sholeh adalah shodaqoh


























PROBLEMATIKA UMAT


PROBLEMATIKA UMAT
Dunia saat ini telah memasuki era globalisasi dimana dapat kita tandai dengan kemajuan tekhnologi, informasi, dan komunikasi yang ada saat ini sehingga tidak mengherankan bagi kita lagi kalau sekarang perubahan dunia membawa manusia pada pada posisi yang marginal, artinya banyak prilaku-prilaku yang menyimpang dari ajaran-ajaran agama seperti krisis moral,sehingga prilakunya sama sekali tidak mencerminkan prilaku yang sebenarnya, krisis ilmu pengetahuan dan yang paling pundamental adalah krisis ekonomi, hal ini dapat kita simpulkan dikarnakan beberapa faktor yang mendukung seperti dampak dari ilmu pengetahuan anak-anak malas membaca buku, malas ke perpus karna semua sudah bekerja secara sistematis, dan kurangnya motivasi dari orang tua sehingga anak tidak diperdulikan dan anak akhirnya merasa kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan dampak negatif dari semua itu anak akan jarang berada didalam rumah,
Adapun secara singkat problematika umat sekarang ini dapat kita tinjau beberapa problem yaitu:
  1. problem akidah
Artinya banyak umat yang mengakui dirinya adalah islam tapi pada kenyataan yang sebenarnya dia belum mencerminkan sebagai orang islam, karna kalau kita berbicara dengan akidah pasti berkaitan dengan keyakinan, yaitu keyakinan kita akan adanya tuhan setelah kita menyakininya baru kita akan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala laranganya, tapi pada realitanya hal ini belum terlaksana bagi manusia saat ini
  1. problem pendidikan
Pendidikan penting untuk manusia karna dengan adanya pendidikan maka akan mudah manusia menyesuaikan diri dengan tantangan jaman pada saat ini, tidak hanya itu manusia memerlukan pendidikan dikarnakan manusia memiliki tujuan dalam hidup dan tujuan tersebut harus dicapai, yang menjadi problematika saat ini tidak semua umat manusia bisa menuntut ilmu dalam hal ini dikarnakan faktor kemiskinan, tidak adanya kemauan sehingga menjadikan umat manusia khususnya islam menjadi umat yang terpuruk
  1. problem akhlak
Banyak terjadi fenomena yang tidak sama sekali kita inginkan saat ini seperti masalah pelacuran, masalah seorang anak yang membunuh ibu kandungnya, memperkosa adiknya, meminum-minuman keras, dan lain sebagainya hal ini terjadi dikarnakan umat manusia tidak memiliki pegangan dalam hidupnya sehingga mereka melakukan perbuatan yang dilarang

  1. Pemahaman masyarakat terhadap islam itu sendiri
Masyarakat sekitar kita atau masyarakat awam berbeda paradigma mengenai islam, mereka hanya menganggap islam itu sebagai agama yang hanya membahas masalah dimensi keibadahan saja, padahal sebenarnya islam itu membahas semua aspek dalam kehidupan baik itu aspek social, pendidika, agama, politik, ekonomi,dan lain sebagainya




















PENYEBAB DOA TIDAK DIIJABAH OLEH ALLAH SWT


PENYEBAB DOA TIDAK DIIJABAH OLEH ALLAH SWT
Terkadang tanpa kita sadari kita sholat, lalu berdoa dan salah satu doa yang kita pinta adalah dengan menjadikan kita sebagai orang-orang yang sabar dan ikhlas dalam menghadapi berbagai cobaan yang datang dari allah swt, hal ini terus anda lakukan tanpa ada rasa lelah dan letih sedikitpun akhirnya pada suatu hari anda di uji oleh allah swt dengan berbagai cobaan lalu anda menyikapi musibah tersebut dengan hati yang tidak ikhlas dan mengeluh, nah saudara-saudaraku tau kah anda kenapa doa-doa kita selama ini tidak diijabah oleh allah swt: berikut ini salah satu penyebab doa tidak dikabulkan oleh allah swt:
  1. Orang yang menggunakan barang haram
Adapun orang-orang yang menggunakan barang haram untuk keperluan kepribadiannya sendiri atau untuk kelangsungan hidupnya akan terhalang doanya, allah tidak akan pernah mengabulkan doa bagi hambanya yang masih menggunakan barang haram baik itu pakaiannya, makanannya, maupun segala yang dipakainya menggunakan barang haram bagaimana mungkin allah mengabulkan doanya.
  1. Orang yang tergesa-gesa doanya ingin segera dikabulkan
Sesungguhnya allah itu adalah maha mendengar dan maha mengabulkan doa selagi hambanya itu mau meminta kepada rabb-nya, akan tetapi allah itu maha mengetahui mana yang terbaik untuk hambanya apakah doa hambanya dikabulkan atau tidak , atau akankah disegerakan atau ditunda doanya. Sebagaimana sabda Rasululah Saw bersabda: “ Akan dikabulkan doa seseorang diantara kamu, selama ia tidak minta disegerakan dan berkata :” Aku sudah berdoa namun tak kunjung dipenuhi”. ( HR. Bukhari ). Meminta segera doa dikabulkan merupakan isyarat bahwa ia tidak sabar, sehingga malah akan membuatnya merasa putus asa bila permintaannya tidak dipenuhi , padahal allah melarang hambanya untuk berputus asa.
  1. Orang yang tidak memiliki keyakin ketika berdoa
Seseorang yang berdoa harus yakin bahwa allah akan mendengar dan mengabulkan do’anya sebab, allah tidak akan mengabulkan doa orang yang tidak yakin ketika berdoa. Rasulullah Saw bersabda,’’ berdoalah kepada Allah dengan keyakinan akan dikabulkan.’’(HR.Tirmidzi). orang yang berdoa kepada Allah harus berprasangka baik kepada Allah, bahwa Allah akan menetapkan yang terbaik baginya. Apa pun hasil yang ia peroleh dari doanya, ia akan terus berlapang dada.
Seorang Ulama Sufi Ibr Ahim Bin Adham Bin Manshur menjelaskan sebab-sebab doa tidak dikabulkan oleh Allah sebagai berikut :
  • Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak menunaikan hak-hak nya
  • Kamu mengaku bahwa kamu cinta kepada Rasuallah Saw, tetapi kamu tinggalkan tuntutannya (sunnahnya).
  • Kamu membaca al-qur’an akan tetapi kamu tidak mengamalkannya sesuai dengan yang diajarkan al-qur’an
  • Kamu makan nikmat-nikmat allah akan tetapi kamu tidak pernah mensyukurinya
  • Kamu berkata bahwa syaitan itu musuhmu tetapi kamu tidak menentangnya
  • Kamu berkata bahwa surga itu benar adanya tetapi kamu tidak beramal untuknya
  • Kamu berkata bahwa neraka itu benar adanya tetapi kamu tidak lari padanya
  • kamu berkata bahwa mati itu benar adanya tetapi kamu tidak bersiap sedia untuk menghadapinya
  • kamu bangun dari tidur lalu kamu menceritakan kebaikan orang, tetapi kamu lupa aib kamu sendiri
  • kamu kubur mayat-mayat tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka
semoga dengan adanya renungan diatas dapat mengubah pola pikir dan tingkah laku kita semua, dan dapat bermanfaat dihari kelak. Amiiiiiiiiiiiiiin



MEMILIH CALON SUAMI YANG BAIK MENURUT PERSEPSI ISLAM


MEMILIH CALON SUAMI YANG BAIK MENURUT PERSEPSI ISLAM
Pergaulan antara laki-laki dan perempuan pada hakikatnya diperbolehkan dalam agama islam yaitu memiliki batas batas yang wajar yang tidak membuka peluang bagi laki-laki untuk terjadinya perbuatan dosa ( zina ), apalagi tujuan untuk mengenal lebih baik dalam menentukan pasangan hidup agar terhindar dari maksiat, salah satu usaha kita untuk menghindari perbuatan zina adalah dengan menikah karna menikah adaalah suatu pekerjaan yang dinilai halal didalam islam, adapun tujuan menikah tersebut tidak lain untuk membangun keluarga yang sakinah untuk melahirkan generasi yang baik,
Untuk memilih seorang pendamping dalam hidup sebelumnya kita melihat terlebih dahulu calon pasangannya masing-masing sebagaimana tercantum didalam hadis dibawah ini.
jika seseorang diantara kamu mau meminang seorang perempuan kalau bisa melihatnya lebih dalu sesuatu yang menjadi daya tarik untuk menikahinya, hendaklah engkau lakukan hal itu, jabir berkata: maka saya meminang perempuan dan aku membuntutinya sehingga terlihat apa yang menjadi daya tarik untuk menikahinya, sesudah itu saya mengawininya.” ( HR. Bukhari Muslim)
Dibawah ini ada beberapa kriteria dalam memilih calon suami agar terciptanya rumah tangga yang diridhoi allah swt.
  1. Pria taat beribadah
Kita perlu mengetahui agama dan akhlak dari calon suami kita supaya suami kelak bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas maupun kewajibannya sebagai kepala rumah tangga dan pemimpin keluarga baik secara moral maupun material, dengan kita mendapatkan suami yang taat akan mendukung tercapainya kehidupan yang bahagia dan ketentramaan lahir maupun batin
  1. Pria tampan
Pria yang tampan akan menjadi idola bagi setiap wanita , dengan anugrah yang diberikan allah kepada dia akan menimbulkan semangat dan gairah dari wanita untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup dalam berumah tangga.
  1. Pria terhormat ( keluarga baik-baik)
Seorang suami dari keluarga terhormat diharapkan akan menurunkannya pada istri dan anak-anaknya kelak, dan dapat bertindak terhormat pula serta menjauhi perbuatan yang tidak baik, menikah dengan suami yang berasal dari keturunan baik akan mengangkat harta, martabat istri, keluarga maupun keturunan menjadi lebih baik.
  1. Pria kaya
Seorang pria yang memiliki banyak harta akan mempermudah kehidupan yang bahagia, karna harta sangat penting dijadikan sebagai sarana untuk memberikan kemudahan dalam urusan rumah tangga dan dengan berbagai fasilitas kehidupan yang mewah dan baik sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat istri dan keluarga dimata masyarakat, hal ini sesuai dengan hadis. “ Nikmat harta yang baik adalah yang dimilikin oleh laki-laki sholeh.” ( HR.Ahmad dengan sanad Hasan)
  1. Pria bujangan
Pria yang belum memiliki istri usahakan mencari calon suami yang masih bujangan, karna bujangan biasanya lebih semangat dan lebih mesra serta tidak menimbulkan masalah dari pada dimadu.
Akan tetapi tidak terlepas dari itu semua walaupun kriteria dalam memilih suami sudah disebutkan diatas, agama islam sendiri memberi pertimbangan dalam memilih calon suami diantarannya yaitu didalam hadis berbunyi:
wanita dinikahi karna empat perkara, karna hartanya, karna keturunannya ( nasabnya), karna wajahnya ( kecantikkannya) dan karna agamanya. Maka utamakanlah wanita yang bergama ( karna bila tidak) maka kamu akan mengalami kehancuran. “ ( HR. Muslim)
Jadi pesan saya nikahilah wanita ataupun pria bukan karna ketampananya, fisiknya ,kegagahannya , maupun hartannya karna bila kita menikah tidak berlandaskan pada agama maka rumah tangga yang seperti itulah yang akan kamu dapat, tapi yakinlah jika kita menikah karna agama yang dimiliki pria tersebut maka ridho allah akan ada pada kita semua.

Pahala Dan Dosa


Pahala Dan Dosa

PAHALA DAN DOSA
Pahala ialah ganjaran baik dari Allah atas setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia di dunia ini. Atau dalam arti lain pahala adalah balasan yg diterima seseorang jika ia melakukan perbuatan baik dengan catatan pelakunya adalah seorang muslim. Setiap perbuatan baik seperti shalat, puasa, bersodakah dll, Allah akan mengganjarnya dengan ganjaran yang setimpal. Bahkan satu kebaikan yang dilakukannya bisa dibalas dengan kehendak Allah menjadi berlipataganda pahala.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah 261)
Balasan serupa ini ada yg diterima di dunia dan ada yg diterima di akhirat. Dan setiap kebaikan yang dilakukan akan dicatat oleh malaikat dan pada akhirnya bisa membantunya disaat perhitungan dihari hisab.
Pernah salah sorang sahabat Nabi saw datang bertemu dengan beliau. Kemudian beliau bertanya kepadanya, ”Kamu ini datang hendak bertanya tentang kebaikankah?”. Ia menjawab, ”Benar ya Rasulallah”. Lantas beliau bersabda, ”Tanyalah kepada hatimu. Sebenarnya kebaikan itu adalah perkara yg apabila kamu melakukannya, jiwa dan hati kamu akan merasa tenang.”
Sebaliknya dosa ialah balasan buruk atau hasil daripada perbuatan jahat yang bertentangan dengan perintah Allah. Balasan dosa akan diterima pelakunya baik ia seorang muslim atau kafir. Balasan dosa tidak dilipatgandakan atau akan diganjar setimpal dengan kejahatan yang dilakukanya. Balasan ini bisa diterimanya di dunia atau di akhirat, dan kelak akan dipertanggung-jawabkan pelakunya nanti di hari hisab.
Kejahatan dan dosa itu adalah perkara yg apabila dilakukan, maka jiwa dan hati kita akan merasa tidak tenang dan akan menimbulkan gelisah dan risau. Kebaikan adalah peribadi yg terpuji, dosa adalah pebuatan keji yang jika dilakukan akan merasa tercela dan tidak mau diketahui orang lain.
Sebenarnya perkara dosa dan maksiat ini tidak boleh dipandang ringan karena setiap perbuatan yang kita lakukan kecil atau besar pasti akan diketahui Allah dan akan mendapat balasan dari-Nya baik di dunia atau di akhirat. Setiap pelaku dosa atau maksiat perlu menyedari bahawa dosa dan maksiat yang dilakukan akan mendapat kemurkaan Allah.
Dari penjelasan di atas tantang pahala dan dosa, mudah mudahan bisa menimbulkan kesedaran di dalam diri kita untuk menginsafi segala perbuatan dosa dan maksiat yang telah kita lakukan. Dan yang penting ialah hendaklah kita sentiasa bermuhasabah diri, bertaubat, berdoa dan seterusnya berazam untuk kembali ke jalan yang benar dan lurus serta diridhai Allah. Semoga dengan demikian, Allah akan sentiasa melimpahkan rahmat dan belas kasihan-Nya kepada kita semua sehingga dengan bertaubat kita dapat hidup aman, bahagia di dunia dan di akhirat. Amin Ya Rabbal’alamin

Ada Empat Kecerdasan Yang dimiliki Oleh Orang-orang Yang Bertakwa



Ada Empat Kecerdasan Yang dimiliki Oleh Orang-orang Yang Bertakwa

Kita sebagai manusia tentunya pasti mau menjadi orang-orang yangsholeh- sholehah dan bertakwa kepada allah swt, tapi untuk mencapai tingkatan tersebut kita harus melalui beberapa proses agar hidup dan keimanan kita bisa menjadi lebih baik, dan bagi orang-orang yang bertakwa sesungguhny a terdapat keistimewaan yang diberikan allah swt kepada mereka,hal ini terjadi karna mereka mampu bersabar ketika mereka diuji keimanan mereka dengan cobaan yang menerpa mereka, sebagaimana yang tercantum didalam al-quran surrah Ali imran(3) : 133-134 “ dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” ( Ali Imran 133-134), Dari ayat tersebut dari kita simpulkan bahwa ada 4 yang menandai ketakwaan seseorang:
  1. Orang-orang yang selalu menginfaqkan hartanya disaat lapang maupun sempit atau biasanya orang seperti ini disebut memiiki kecerdasaan financial, artinya mereka mampu mengumpulkan harta yang dimilikinya dengan bekerja keras , bekerja dengan hati yang ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih melainkan mengharapkan keridhoaan disisi allah swt.
  2. Orang-orang yang bisa mengendalikan amarahnya, biasanya disebut dengan memiliki kecerdasaan emosional, artinya seseorang mampu mengendalikan persaan, emosi, senang,sedih sehingga mereka tahu dimana bisa mengungkapkan persaan senang atau ketidaksenangan
  3. Mudah memaafkan, atau biasanya memiliki kecerdasaan social .adapun tanda orang yang memiliki kecerdasaan social itu dapat kita lihat dari pergaulannya sehari-hari , apakah mereka diterima dimasyarakat atau malah sebaliknya? Dan orang yang memiliki kecerdasaan social biasanya ditandai dengan mudah bergaul, dan dapat diterima didalam masyarakat, sikapnya tidak sombong, tidak egois, dan mau hidup bermasyarakat.
  4. Apabila mereka berbuat kesalahan maka mereka segera mengingat allah swt, lalu meminta ampun atas kesalahan yang mereka perbuat biasanya orang seperti ini disebut memiliki kecerdasaan spiritual, artinya orang yang memiliki kecerdasaan spiritual senantiasa mengingat allah, kapan dan dimanapun juga, ketika hendak memulai sesuatu mereka mengingat allah lalu mengucapkan bismilah, ketika pekerjaannya telah usai tak lupa mereka bersyukur sambil mengucapkan allhamdullh .